Dalam sesi pleno terakhir tentang rantai pasok, Indonesia menekankan pentingnya kepastian rantai pasok global dan penguatan sistem perdagangan multilateral.
Indonesia mengusulkan penguatan kesiapsiagaan menghadapi krisis dan kondisi darurat, pembiayaan jangka panjang yang terjangkau, dan perlunya membangun kemitraan di bidang teknologi agar negara berkembang dapat pula menjadi kreator, bukan hanya pengguna.
“Rantai pasok harus memiliki lebih banyak pusat produksi, terutama di negara-negara berkembang," kata Tata.
Di sela-sela kegiatan, Menlu mengadakan pertemuan bilateral dengan Menlu Turki, Rusia, Argentina, Meksiko, Inggris, Kanada, Jerman, India, Arab Saudi, Polandia, dan Wakil Presiden Komisi Eropa serta pertemuan pull-aside dengan Menlu AS, Australia, Jepang, dan Prancis.(Wahyu Dwi Anggoro)