sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Perbedaan Harga Pangan Antarwilayah Tinggi, Wamentan Minta BUMD Turun Tangan

News editor Tangguh Yudha
01/11/2026 12:00 WIB
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Saleh Mustafa meminta pemerintah daerah melalui badan usaha milik daerah (BUMD) turun tangan.
Perbedaan Harga Pangan Antarwilayah Tinggi, Wamentan Minta BUMD Turun Tangan.
Perbedaan Harga Pangan Antarwilayah Tinggi, Wamentan Minta BUMD Turun Tangan.

IDXChannel - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Saleh Mustafa meminta pemerintah daerah melalui badan usaha milik daerah (BUMD) turun tangan mengatasi disparitas harga pangan antarwilayah. 

Salah satu langkah yang didorong yakni memperkuat koordinasi distribusi pangan agar komoditas dari daerah sentra produksi dapat menjangkau wilayah dengan harga lebih tinggi.

Saleh mencontohkan disparitas harga cabai antara Magelang dan Papua. Berdasarkan temuannya saat berkunjung ke Magelang, petani cabai di daerah tersebut telah menggunakan sistem lelang yang terbuka secara nasional dengan harga sekitar Rp45.000 per kg. Sementara itu, harga cabai di Papua bisa mencapai Rp250.000 per kg.

"Satu hal yang saya temukan kemarin pada saat saya berkunjung ke Magelang, distribusi cabai nih, yang inflasi kan cabai ya. Ini ternyata di petani cabai di sana dia sudah menggunakan sistem lelang, kemudian lelang itu open seluruh nasional, harganya flat kemarin Rp45.000 per kg. Tapi kalau di Papua kan Rp250.000 per kilo," ungkap Saleh dalam Rembuk Nasional Pemuda Indonesia (RPNPI) ke-3 di Jakarta, Sabtu (31/10/2026).

Menurutnya, perbedaan harga yang cukup jauh tersebut perlu diintervensi melalui kerja sama antarpemerintah daerah. BUMD di wilayah yang mengalami harga tinggi, seperti Papua, diharapkan dapat berkoordinasi dengan koperasi untuk membeli komoditas langsung dari daerah produsen.

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement