sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Hadiri Pertemuan G20 di AS, Menlu RI Soroti Dampak Perang Terhadap Ketahanan Pangan dan Energi

News editor Wahyu Dwi Anggoro
01/11/2026 13:23 WIB
Menteri Luar Negeri (Menlu) Arrmanatha Nasir, telah menghadiri Pertemuan Menlu G20 di Atlanta, Amerika Serikat (AS) pada 30–31 Oktober 2026.
Hadiri Pertemuan G20 di AS, Menlu RI Soroti Dampak Perang Terhadap Ketahanan Pangan dan Energi. (Foto: Kemlu)
Hadiri Pertemuan G20 di AS, Menlu RI Soroti Dampak Perang Terhadap Ketahanan Pangan dan Energi. (Foto: Kemlu)

"Pangan tidak boleh dijadikan senjata," tegas Menlu dalam sesi geopolitik.

Menlu menyoroti dampak konflik di Selat Hormuz, Laut Hitam, dan Laut Merah terhadap jalur perdagangan, pasokan energi, pupuk, dan pangan global, terutama bagi negara berkembang. Indonesia mendorong de-eskalasi konflik, dialog, dan kerja sama.

Menlu juga menekankan pentingnya penghormatan terhadap UNCLOS 1982 sebagai landasan hukum internasional dalam menjaga kebebasan navigasi. Indonesia mengangkat konsep Responsible Freedom of Navigation, yang menekankan bahwa kebebasan navigasi harus disertai tanggung jawab dan kedaulatan dijalankan dengan pengendalian diri.

Pada sesi energi, Menlu menegaskan bahwa ketahanan energi merupakan bagian dari keamanan nasional. Indonesia terus memperkuat kemandirian energi melalui penerapan B50 dan program pembangunan 100 GW tenaga surya. 

“Krisis harus mempercepat transisi energi, bukan justru membalikkannya,” tegas Menlu.

Menlu juga menekankan pentingnya transisi energi yang adil dan terjangkau, melalui perluasan akses terhadap teknologi energi bersih serta pembiayaan dan investasi yang lebih mudah diakses oleh negara berkembang.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement