IDXChannel - Empat petugas meninggal saat memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur.
Selain itu, dua orang lainnya mengalami luka bakar dan mendapatkan penanganan medis.
Kementerian Kehutanan menjelaskan bahwa kejadian kebakaran bermula pada Selasa 13 Oktober 2026, ketika petugas menerima informasi dari Kepala Desa Ngadas, Kabupaten Probolinggo sekitar pukul 14.23 WIB mengenai kebakaran ladang warga di sekitar Blok Pusung Dawa, yang berbatasan dengan kawasan TNBTS di Grid A83 dan berada di wilayah Desa Ngadirejo, Kabupaten Probolinggo.
“Menindaklanjuti informasi tersebut, petugas TNBTS menuju lokasi dan berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk meminta bantuan personel. Sejumlah warga bersama perangkat desa, termasuk Kepala Desa Ngadirejo, turut melakukan pemadaman pada hari tersebut," tulis Kemenhut dalam keterangannya, Sabtu (17/10/2026),
"Mengingat lokasi yang jauh dari sumber air dan sulit dijangkau dengan mesin penyemprot air, pemadaman dilakukan secara manual menggunakan alat gebyok,” lanjut Kemenhut.
Dalam perkembangan selanjutnya, api merambat masuk ke kawasan TNBTS dan mencapai lokasi yang memiliki medan terjal serta sulit dijangkau.