Bahlil mengaku baru mengetahui namanya diseret setelah mendarat dari penerbangan pagi hari. Dia dituding merupakan ketua umum partai yang menemui para perwira tinggi tersebut tiga jam sebelum diamankan.
"Tiba-tiba ada suatu cerita ngarang dari mana saya tidak tahu, yang mengatakan bahwa 3 jam sebelum para jenderal-jenderal itu ditangkap, katanya ada ketua umum partai rapat dengan mereka," katanya.
Dia lalu menyoroti pernyataan seorang tokoh senior yang melontarkan tudingan liar tersebut melalui podcast di media sosial.
"Jadi ada senior saya juga, senior saya yang merasa paling pintar bicara, ya sering pakai kacamata orangnya, di podcast. Ya saya bilang kalau memang itu dinyatakan bahwa diduga saya, buktikan. Kalau tidak, saya akan somasi. Kalau tidak, saya akan proses secara hukum, karena ini berbahaya," ujarnya.
Bahlil pun memberikan tenggat waktu sebelum membawa perkara ini ke jalur peradilan pidana.