Di sisi lain, skala program MBG terus berkembang. Hingga akhir Oktober 2026, lebih dari 58 juta penerima manfaat telah terverifikasi. Sementara itu, sebanyak 26.723 dari total 27.485 dapur telah menjalani verifikasi.
Program tersebut juga melibatkan sekitar 1,03 juta tenaga kerja dan lebih dari 80 ribu pemasok lokal, dengan mayoritas berasal dari kalangan UMKM. BGN menyebut penguatan tata kelola menjadi bagian dari transformasi MBG 2.0.
Pembenahan dilakukan melalui verifikasi data, pengawasan operasional dapur, pengelolaan anggaran, serta penguatan koordinasi dengan kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.
“Bukan sekadar melanjutkan program, transformasi MBG 2.0 menjadi kesempatan untuk mengevaluasi, memperbaiki, dan memperkuat pelaksanaan MBG,” katanya.
Ia menegaskan, pertumbuhan program harus diikuti dengan perbaikan sistem pengelolaan agar pelaksanaannya tidak hanya menjangkau semakin banyak penerima manfaat, tetapi juga memenuhi standar yang telah ditetapkan.
“MBG ini program besar, tidak hanya besar tapi harus benar. Itu targetnya,” ujarnya.
(Febrina Ratna Iskana)