Salah satu langkah yang dilakukan BGN yakni memperkuat digitalisasi dan proses verifikasi. Melalui sistem tersebut, data penerima manfaat maupun aktivitas operasional dapur diharapkan dapat dipantau secara lebih tertib.
“Data harus terverifikasi dan yang fiktif harus dicoret. Alur kerja juga harus bisa dimonitor melalui sistem digital,” ujarnya.
Selain memperkuat pengawasan administrasi, BGN mengevaluasi terhadap kelayakan operasional dapur MBG. Lebih dari 2.000 dapur disebut telah ditutup karena tidak memenuhi persyaratan higiene dan sanitasi.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan perluasan program tidak mengabaikan aspek keamanan pangan. Sebab, kualitas makanan yang diterima masyarakat juga bergantung pada standar kebersihan dan sanitasi tempat pengolahannya.
“Keamanan pangan menjadi prioritas. Satu anak pun masih terlalu banyak,” ujarnya.