“Terbukanya atau melemahnya lapisan udara di atmosfer tersebut diharapkan tidak hanya dapat membantu mengurangi kepekatan kabut asap di lapisan permukaan sehingga berpeluang meningkatkan jarak pandang di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II,” lajut Berton.
Sedangkan setelah sorti kedua, kata Berton, jarak pandang cenderung stabil di 2.800 m dan mengalami peningkatan 2 jam setelahnya menjadi 3.000 m dan cenderung stabil hingga pukul 20.30 WIB.
Kondisi tersebut tentunya mendorong situasi yang kondusif untuk aktivitas penerbangan setempat.
“Namun demikian, langkah OMC dengan bahan dry ice ini perlu penelitian lebih lanjut mengenai efektivitas penggunaannya atau ada faktor lain yang menyebabkan jarak pandang yang semakin baik,” katanya.
(Nur Ichsan Yuniarto)