IDXChannel - Investor saham AS pekan depan akan mencermati arah suku bunga, ketegangan di Timur Tengah, serta seruan baru untuk memperlambat perkembangan AI, sembari menilai apakah indeks saham mampu mencetak rekor tertinggi baru.
Pasar masih terus mencermati keputusan Federal Reserve (The Fed) yang menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam tiga tahun, sebagai upaya menekan inflasi yang masih berada di atas target.
Meski kenaikan suku bunga tersebut telah diperkirakan secara luas, investor masih belum mendapat kepastian mengenai seberapa banyak kenaikan yang mungkin dilakukan bank sentral AS tersebut pada akhirnya dan dampaknya terhadap imbal hasil US Treasury yang terus meningkat.
Pergerakan saham dalam beberapa pekan terakhir dipengaruhi oleh kenaikan imbal hasil Treasury dan lonjakan harga minyak di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah.
“Level 5 persen untuk imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun dan USD100 per barel untuk harga minyak masih menjadi batas psikologis bagi pasar, “ kata kepala strategi pasar di B. Riley Wealth Art Hogan dilansir Reuters, Sabtu (19/9/2026).