IDXChannel - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) turun 57 poin atau 0,32 persen menjadi Rp17.753 per USD pada Kamis (17/9/2026).
Analis pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan, pelemahan rupiah masih dipengaruhi oleh sentimen gangguan pasokan minyak di kawasan Timur Tengah serta kenaikan suku bunga The Fed.
"Presiden AS Donald Trump pada Rabu malam mengulangi klaimnya bahwa Iran sedang mengupayakan kesepakatan damai dan bahwa AS diharapkan sudah mendekati akhir dari perang mereka," tulis Ibrahim dalam risetnya Kamis (17/9/2026)
Meski demikian, Washington dan Teheran masih berselisih terkait Selat Hormuz. Aktivitas pelayaran melalui jalur strategis tersebut masih berada jauh di bawah tingkat sebelum perang.
Di sisi lain, sentimen utama yang menekan rupiah masih berasal dari kebijakan moneter AS. Federal Open Market Committee (FOMC) pada Rabu (16/9/2026) memutuskan menaikkan suku bunga acuan federal funds rate sebesar 25 basis poin ke kisaran 3,75-4 persen.