Saham-saham AS belakangan ini terdorong oleh optimisme terhadap perdagangan berbasis AI (AI trade) dan ekspektasi terhadap kuatnya kinerja perusahaan. Hal itu terjadi meskipun harga energi meningkat dan aksi jual di pasar obligasi selama musim panas memicu kekhawatiran mengenai kebijakan moneter yang lebih ketat.
Analis saat ini memperkirakan laba perusahaan-perusahaan dalam indeks S&P 500 secara agregat tumbuh 30,6 persen pada periode Juli-September. Pertumbuhan tersebut dipimpin oleh perkiraan lonjakan laba sektor energi sebesar 114,7 persen, diikuti kenaikan laba sektor teknologi sebesar 66,5 persen, berdasarkan data LSEG.
Jumlah saham yang turun mengungguli saham yang naik dengan rasio 3,74 banding 1 di NYSE dan 3,19 banding 1 di Nasdaq.
S&P 500 mencatat 8 saham yang mencapai level tertinggi baru dalam 52 minggu dan 5 saham yang mencatat level terendah baru. Sementara itu, Nasdaq Composite mencatat 8 saham yang mencapai level tertinggi baru dan 129 saham yang mencatat level terendah baru.
(NIA DEVIYANA)