Sementara itu, Federal Reserve diperkirakan akan menaikkan suku bunga, dengan para pelaku pasar memperhitungkan peluang sebesar 93 persen untuk kenaikan suku bunga pada Rabu.
Selain itu, konflik di Timur Tengah menunjukkan sedikit tanda-tanda mereda, sehingga menjaga harga minyak tetap tinggi dan memperdalam kekhawatiran akan guncangan pasokan.
Kontrak berjangka minyak mentah Brent naik 1,9 persen menjadi USD107,73, sementara kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS diperdagangkan pada harga USD103,64, juga naik 2,2 persen.
Imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS (Treasury) tenor 10 tahun—yang menjadi acuan pasar—mencapai level tertinggi sejak 2007, seiring investor bersiap menghadapi apa yang diperkirakan banyak pihak sebagai langkah awal dari serangkaian kenaikan suku bunga. Terakhir, imbal hasil tersebut naik 4,09 basis poin menjadi 5,0019 persen.
Rangkaian data ekonomi terbaru juga tidak banyak memberikan sentimen positif bagi para investor. Laporan Departemen Tenaga Kerja pekan lalu menunjukkan bahwa harga konsumen meningkat lebih cepat pada bulan Agustus, sementara indikator utama inflasi inti mencatat kenaikan terbesar dalam empat bulan terakhir.
(Dhera Arizona)