Gelombang kekhawatiran terbaru ini dipicu oleh seruan dari perusahaan-perusahaan AI terkemuka untuk memperlambat pengembangan teknologi tersebut dengan alasan keamanan.
Meskipun belum ada kejelasan mengenai bagaimana perlambatan semacam itu akan diterapkan, penurunan harga saham ini menambah sentimen negatif di pasar, terutama di tengah kondisi di mana inflasi yang melampaui target dan kekhawatiran akan kenaikan biaya pinjaman telah membayangi prospek pasar saham.
"Penundaan bukanlah hal yang baik di Wall Street. Segala bentuk perlambatan akan menjadi masalah. Namun, menurut saya saat ini pasar tidak meyakini akan terjadi perlambatan," ujar Pendiri sekaligus Kepala Perdagangan Ekuitas Themis Trading Joe Saluzzi.
"Ada terlalu banyak faktor persaingan, dan beberapa perusahaan ini ingin melantai di bursa (IPO). Anda tidak akan melakukan IPO kecuali jika Anda menunjukkan adanya laba dan pertumbuhan," katanya.