IDXChannel – Disrupsi yang menekan sejumlah industri di Indonesia justru dinilai mulai membuka peluang investasi baru.
Tekanan berkepanjangan dinilai berpotensi memaksa pelaku industri melakukan penyesuaian struktural, yang pada akhirnya dapat memperbaiki disiplin usaha, utilisasi, hingga tingkat pengembalian perusahaan.
Analis Bahana Sekuritas Raja Abdalla, dalam riset yang terbit pada 11 September 2026 bertajuk “Chaos is a Ladder: Identifying Opportunities Amid Disruption”, melihat peluang tersebut terutama muncul pada industri yang valuasinya telah terkoreksi cukup dalam akibat tekanan kebijakan dan dampaknya terhadap kinerja bisnis.
Menurut Bahana Sekuritas, pasar cenderung lebih fokus pada ketidakpastian jangka pendek. Padahal, tekanan yang berlangsung lebih lama dapat mendorong perubahan struktural pada industri, termasuk keluarnya pemain yang kurang efisien dan meningkatnya disiplin di antara perusahaan yang mampu bertahan.
Dari 10 industri yang dikaji, Bahana Sekuritas mengidentifikasi lima sektor yang dinilai menghadapi tekanan berkepanjangan terhadap tingkat pengembalian modal, yakni semen, konstruksi, nikel, kontraktor pertambangan, dan jalan tol.