Kelima industri tersebut sama-sama mencatat return on invested capital (ROIC) di bawah weighted average cost of capital (WACC). Kondisi ini menunjukkan tingkat pengembalian modal yang dihasilkan perusahaan belum mampu menutup biaya modalnya.
Tekanan paling terlihat pada industri semen dan konstruksi, yang margin EBITDA-nya berada di sekitar level terendah dalam sejarah.
Namun, Bahana Sekuritas menilai mekanisme penyesuaian di setiap industri akan berbeda. Konsolidasi perusahaan bukan satu-satunya jalan untuk memperbaiki struktur industri.
Pada sektor semen dan konstruksi, misalnya, tingginya leverage serta lemahnya kemampuan membayar bunga dapat memaksa kontraktor BUMN dan produsen semen yang lebih kecil mengurangi skala bisnis atau melakukan restrukturisasi.
Sementara di industri nikel, pengurangan produksi berpotensi menghilangkan pasokan dari produsen dengan biaya marginal tinggi. Di sektor kontraktor pertambangan, disiplin dalam penggunaan armada dan belanja modal dapat mengurangi persaingan yang terlalu agresif.