Laporan dari keempat perusahaan tersebut gagal meredakan kekhawatiran terkait pengeluaran yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk kecerdasan buatan (AI). Secara khusus, arus kas bebas negatif (negative free cash flow) pada Meta, Alphabet, dan Amazon melonjak drastis. Meta dan Microsoft juga telah mengumumkan penawaran ekuitas dan obligasi dalam jumlah besar untuk menggalang dana bagi ambisi AI mereka; langkah serupa pun diambil oleh Oracle, penyedia layanan cloud skala besar (hyperscaler) lainnya.
"Tidak mengherankan jika pasar merasa waspada terhadap utang yang menopang lonjakan AI. Sebagian besar pendanaan disediakan oleh sektor kredit swasta (private credit), dan mengingat industri tersebut memiliki tantangan reputasinya sendiri, para investor menjadi sangat sensitif terhadap eksposur mereka melalui AI," ujar Rami Cassis, pimpinan di Parabellum Investments, kepada Investing.com.
(kunthi fahmar sandy)