Pemilihan paruh waktu (midterm) di Amerika Serikat yang telah lama dinantikan kini menjadi sorotan utama. Pertarungan ini menentukan kendali atas dua kamar di Kongres AS, yang saat ini didominasi oleh Partai Republik (partai asal Presiden Donald Trump).
Di sisi lain, masalah keterjangkauan harga diperkirakan menjadi isu sentral saat warga AS mendatangi tempat pemungutan suara. Harga energi melonjak sejak dimulainya ketegangan antara pemerintahan Trump dan Iran, yang memicu kenaikan biaya untuk komoditas seperti bensin dan solar.
Meski demikian, kuatnya belanja konsumen serta investasi di bidang kecerdasan buatan (AI) telah membantu menopang pertumbuhan ekonomi AS secara lebih luas.
Sebagian pemilih juga mengungkapkan kekhawatiran mengenai dampak AI terhadap lapangan kerja, serta maraknya pembangunan pusat data berskala besar yang diperlukan untuk mendukung sistem AI mutakhir. Trump sendiri merupakan pendukung kuat industri AI. Dia berpendapat bahwa AS harus mengungguli pesaingnya, China, dalam perlombaan untuk memanfaatkan teknologi tersebut.
Menurut Jim Reid dari Deutsche Bank, indeks acuan S&P 500 selalu mencatatkan kenaikan satu tahun setelah setiap pemilihan umum paruh waktu (midterm election) dari tahun 1946 hingga 2022, dengan rata-rata kenaikan sebesar 14,4 persen. Angka imbal hasil tersebut melampaui rata-rata kenaikan tahunan sebesar 8,1 persen.