"Sentimen dan posisi pasar terkait AI telah bergeser secara agresif ke arah negatif dalam jangka pendek. Meski hal ini berpotensi memicu pemulihan, industri tersebut telah memasuki era baru secara permanen, yakni era dengan kondisi pasar modal yang kurang menguntungkan," tulis analis dari Vital Knowledge dalam sebuah catatan dikutip dari Investing, Sabtu (24/10/2026).
Adapun aksi jual yang terjadi pada Kamis mencerminkan meningkatnya ketidakpastian mengenai apakah perusahaan-perusahaan akan mampu memperoleh pendanaan untuk belanja modal masif yang dibutuhkan guna membiayai pengembangan infrastruktur AI tahap berikutnya.
Salah satu pemicu kekhawatiran ini adalah langkah Meta Platforms—induk perusahaan Instagram—yang mengumumkan rencana untuk menerbitkan kelas saham baru tanpa hak suara, yang sebagian ditujukan sebagai strategi untuk menggalang dana bagi ambisi perusahaan di bidang AI.
Dengan arus kas bebas yang menjadi negatif dan biaya pinjaman yang diperkirakan meningkat dalam beberapa bulan mendatang, perusahaan teknologi seperti Meta diperkirakan menjual saham guna memperkuat pendanaan untuk inisiatif kecerdasan buatan (AI) mereka.
Secara teori, dilusi semacam itu dapat menekan harga saham. Saham Meta sempat turun pada awal perdagangan, menyusul penurunan terbesar sejak Juli pada sesi sebelumnya.