IDXChannel - Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada perdagangan Jumat (16/10/2026). Tekanan terhadap saham teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) dan lonjakan harga minyak mentah membebani sentimen investor menjelang akhir pekan.
Dikutip dari Reuters, indeks Nasdaq Composite turun 2,19 persen ke level 26.128,13, sedangkan S&P 500 melemah 1,22 persen ke 7.649,71. Dow Jones Industrial Average terkoreksi 0,55 persen ke 51.891,77.
Nasdaq berpotensi mencatat penurunan lebih dari 4 persen sepanjang pekan ini. Sementara itu, S&P 500 menuju penurunan mingguan terdalam sejak Januari, sedangkan Nasdaq berpotensi membukukan pelemahan mingguan terbesar sejak Juni.
Saham perusahaan infrastruktur AI, CoreWeave anjlok 12 persen. Dengan demikian, saham perusahaan yang didukung Nvidia tersebut telah merosot sekitar 25 persen dalam lima sesi perdagangan terakhir. Obligasi CoreWeave juga tertekan tajam sepanjang pekan ini, dengan imbal hasil menembus 15 persen.
Tekanan turut melanda Broadcom yang turun 3,6 persen. Indeks semikonduktor Philadelphia (PHLX Semiconductor Index) melemah 2,5 persen dan berpotensi memperpanjang penurunan selama delapan hari perdagangan berturut-turut.
Ahli Strategi Investasi Senior US Bank Wealth Management, Rob Haworth, mengatakan kenaikan harga minyak dan kekhawatiran pasar mendorong investor mengambil sikap lebih berhati-hati. Harga minyak melonjak lebih dari 3 persen akibat kekhawatiran terhadap pasokan dari Timur Tengah.
"Ada ketakutan di pasar. Harga minyak yang tinggi, khususnya, cenderung menekan rasio harga terhadap laba saham. Karena itu, investor memilih berhati-hati menjelang akhir pekan daripada mengambil risiko lebih besar," ujarnya.
Kekhawatiran terhadap pembiayaan perusahaan AI juga meningkat setelah Reuters melaporkan bahwa sejumlah investor Anthropic saat ini dan calon investor tengah mempertimbangkan valuasi yang lebih rendah untuk penawaran umum perdana saham (IPO) perusahaan tersebut.
Tekanan inflasi turut menjadi perhatian setelah data inflasi konsumen dan produsen AS pekan ini melampaui ekspektasi. Kondisi tersebut menunjukkan tekanan harga meluas melampaui komoditas energi. Pasar pun semakin memperkirakan Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga pada bulan ini. Barclays bahkan memperkirakan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Desember dan Januari.
Di tengah tekanan pasar, musim laporan keuangan kuartal III-2026 akan semakin ramai pekan depan dengan laporan dari Tesla, Meta Platforms, dan Procter & Gamble. Analis memperkirakan laba kuartalan perusahaan-perusahaan AS secara rata-rata tumbuh lebih dari 30 persen, terutama ditopang perusahaan teknologi berkapitalisasi besar yang terkait dengan AI.
Meskipun S&P 500 masih menguat sekitar 12 persen sepanjang 2026, kenaikan tersebut terutama ditopang saham teknologi berbasis AI. Median saham penyusun indeks itu hanya naik sekitar 6 persen, sementara sekitar 185 saham di dalamnya justru melemah sejak awal tahun.
(Rahmat Fiansyah)