Fundamental Belum Mengikuti Lonjakan Saham
Di tengah kenaikan harga saham yang cukup tajam, kinerja keuangan TMPO masih menunjukkan tekanan.
Laporan keuangan konsolidasian per 30 September 2026 memperlihatkan pendapatan usaha perseroan turun sekitar 5 persen menjadi Rp123,83 miliar dibandingkan Rp130,34 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Penurunan juga terjadi pada laba kotor, dari Rp54,33 miliar menjadi Rp47,37 miliar.
Perseroan bahkan membukukan rugi usaha Rp4,51 miliar, lebih besar dibandingkan rugi Rp2,96 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Rugi bersih periode berjalan turut melebar menjadi Rp6,12 miliar dari sebelumnya Rp5,63 miliar.