Perseroan menjadwalkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada tanggal 18 November 2026. Setelah restu pemegang saham diperoleh, perseroan akan menyampaikan rencana tersebut kepada OJK.
Terkait dana hasil rights issue, NINE akan menggunakannya untuk kegiatan operasional dan pengembangan kegiatan usaha, termasuk pembayaran utang. Rincian penggunaan dana ini nantinya disampaikan dalam prospektus.
Sebagai informasi, Poh Group sebagai pengendali baru NINE berencana melakukan injeksi aset berupa tambang batu bara di Mongolio. Selain itu, pengendali juga berencana membawa NINE memperkuat portofolio bisnis tambang batu bara di Indonesia.
Dalam proses ini, NINE telah mengamankan hak opsi untuk mengakuisisi aset tambang di Mongolio yang saat ini dimiliki oleh Poh Golden Ger Resources Pte Ltd. Nilai aset tersebut secara indikatif mencapai USD100 juta atau Rp1,8 triliun, meski angka final memerlukan penilaian dari Penilai Independen.
Saham NINE saat ini berada di level Rp83, anjlok 60 persen sejak awal 2026. Perseroan perlu menetapkan harga pelaksanaan cukup tinggi jika tujuannya untuk mengakuisisi aset tambang di Mongolia meski opsi lainnya tetap terbuka seperti menggelar rights issue lanjutan atau memanfaatkan pendanaan pihak ketiga.
(Rahmat Fiansyah)