Di sisi lain, Airlangga menegaskan, fundamental perekonomian Indonesia masih dalam kondisi kuat. Ia menilai tekanan yang terjadi di pasar keuangan saat ini lebih banyak dipengaruhi oleh faktor sentimen.
"Kembali lagi, kemarin kita sudah sampaikan bahwa sebetulnya kita punya fundamental ekonomi kuat tetapi yang dimainkan kan sekarang faktor sentimental," tutur dia.
Terkait potensi risiko dari pengumuman MSCI, termasuk dampaknya terhadap nilai tukar rupiah, Airlangga menyebut pemerintah masih akan membahas persoalan tersebut lebih lanjut. "Ya itu kan namanya nanti kita bahas," katanya.
(DESI ANGRIANI)