Tambang tersebut memiliki stripping ratio jangka panjang 6,7 kali serta izin usaha pertambangan khusus operasi produksi (IUP-OP) yang berlaku hingga Juli 2038.
Manajemen menargetkan produksi Cristian Eka Pratama (CEP) mencapai 2,2 juta ton pada 2026, kemudian meningkat menjadi 3,6 juta ton per tahun pada 2027 dan 5 juta ton pada 2028.
Selain itu, Persada Kapuas Prima (PKP) ditargetkan memproduksi 1,5 juta ton pada 2026, sementara Pasir Bara Prima (PBP) membidik produksi 0,9 juta ton.
Pesona Bara Cakrawala (PBC) ditargetkan mencapai produksi 6 juta ton pada 2031, sedangkan Cakrawala Bara Persada (CBP) ditargetkan memproduksi 1 juta ton per tahun mulai 2027.
Dengan asumsi produksi PKP dan PBP tetap, sementara CEP, PBC, dan CBP tumbuh sesuai panduan manajemen, total produksi batu bara SINI diperkirakan mencapai 14,4 juta ton pada 2031. Proyeksi tersebut setara dengan compound annual growth rate (CAGR) sekitar 43,1 persen dalam lima tahun.