Selain itu, kata dia, kebijakan likuiditas dijaga melalui ketersediaan cadangan kas yang likuid dan memadai didukung diversifikasi saluran pendanaan, serta perputaran modal dioptimalkan lewat kebijakan reinvestasi dividen yang diperoleh dari entitas BUMN.
Danantara, kata Pandu, menyoroti efektivitas ekspansi pendanaan di pasar surat utang internasional. Kepercayaan pemodal global dinilai solid saat entitas investasi negara ini menerbitkan instrumen obligasi berdenominasi valuta asing perdananya.
"Baru-baru ini kami menerbitkan obligasi global senilai USD1,5 miliar dengan valuasi sangat kompetitif, yakni spread ketat sekitar 30 basis poin di atas imbal hasil obligasi pemerintah. Penerbitan ini bahkan mencetak rekor efisiensi biaya dana untuk tenor 5 tahun dan 10 tahun," ujar Pandu.
Tingginya minat terhadap surat utang Danantara secara telak menepis anggapan pasar internasional ragu terhadap prospek ekonomi dan aset kelolaan Indonesia. Sebanyak 75 persen basis investor obligasi tersebut berasal dari Amerika Serikat (AS) dan Eropa, di mana investor asal AS sendiri menyerap hingga 52 persen dari total permintaan.