Dia menerangkan, penetrasi investasi ke pasar ekuitas tersebut dikawal ketat oleh kerangka manajemen risiko dan tata kelola berjenjang demi memitigasi fluktuasi pasar finansial. Danantara mengoperasikan sistem pertahanan tiga lapis, yakni lini pertama pada eksekusi investasi dan operasional, lini kedua pada manajemen risiko serta kepatuhan tata kelola, dan lini ketiga melalui audit internal independen bersama pengawasan dewan komisaris.
Menurutnya, penerapan skema pengawasan berlapis tersebut ditujukan untuk memagari modal negara dari potensi kerugian nilai aset yang tidak terduga. Manajemen memastikan setiap penempatan dana wajib melewati uji kelayakan ketat sebelum dialokasikan ke lantai bursa.
"Pendekatan multi lapis ini diterapkan dalam setiap penelaahan investasi untuk memastikan adanya proteksi risiko penurunan nilai yang kokoh pada seluruh portofolio yang kami kelola," kata Pandu.
Pandu menjelaskan, akselerasi portofolio investasi itu diimbangi oleh pilar disiplin finansial yang ketat serta manajemen keuangan yang mengedepankan prinsip kehati-hatian. Pada pengelolaan struktur permodalan, Danantara secara ketat menyeimbangkan rasio utang modal dan daya ungkit atau leverage di mana batas rasio utang terhadap ekuitas dipatok maksimal 2,75:1 dan secara tegas menolak rasio yang menyentuh level 4:1.