Total presales emiten yang dicakup mencapai Rp6,5 triliun pada 2Q26, turun tipis 1 persen secara kuartalan.
Dengan demikian, presales semester I-2026 mencapai Rp13 triliun, turun 5 persen secara tahunan dan secara umum masih sesuai dengan panduan perusahaan untuk 2026.
SMRA menjadi yang paling menonjol. Presales pada 2Q26 mencapai Rp1,3 triliun, naik 12 persen secara kuartalan.
Sepanjang semester I-2026, presales mencapai Rp2,5 triliun atau tumbuh 17 persen secara tahunan dan telah mencapai 49 persen dari target 2026. Capaian ini juga lebih tinggi dibandingkan rata-rata tiga tahun sebesar 38 persen.
Permintaan yang tetap kuat di Serpong dan Bandung menjadi penopang utama kinerja SMRA.