BSDE menjadi emiten dengan kinerja paling lemah. Laba bersih semester I-2026 tercatat Rp604 miliar, menyusut signifikan 53 persen secara tahunan dan baru mencapai 24 persen dari konsensus. Tekanan terutama berasal dari pendapatan pengembangan properti yang lebih rendah.
Sementara itu, PWON membukukan laba bersih Rp1 triliun, turun 11 persen secara tahunan dan baru mencapai 41 persen dari konsensus. Penurunan terutama disebabkan lebih rendahnya pendapatan lain-lain.
SMRA mencatat laba bersih Rp332 miliar atau turun 34 persen secara tahunan, setara 41 persen dari konsensus. Kinerja tersebut tertekan oleh kenaikan beban bunga.
Di sisi lain, CTRA relatif lebih baik dengan laba bersih Rp1,1 triliun, turun 11 persen secara tahunan, tetapi masih sejalan dengan ekspektasi.
Presales Masih Sejalan dengan Target
Di tengah tekanan laba, penjualan pra-pemasaran sektor properti relatif masih terjaga.