Skema pengadaan langsung bilateral tersebut berisiko membuat perolehan harga BBM impor lebih mahal daripada kondisi normal, yang pada akhirnya meningkatkan permintaan valuta asing dan membebani cadangan devisa.
"Langkah pencarian pasokan langsung ini mutlak diambil demi memastikan ketahanan stok BBM nasional tetap aman di batas 18 hingga 20 hari konsumsi. Di sisi lain, pemerintah juga memprioritaskan agar tarif BBM bersubsidi, khususnya jenis solar dan bensin, tetap stabil dan tidak naik demi melindungi daya beli masyarakat," kata dia.
Terkait kekhawatiran publik mengenai antrean BBM di sejumlah daerah yang sempat menjadi sentimen tambahan di pasar uang, Ibrahim menegaskan hal itu bukan disebabkan oleh krisis pasokan, melainkan kendala logistik akibat anomali cuaca El Nino yang menyusutkan debit sungai sehingga distribusi dialihkan menggunakan truk tangki darat.
Dengan belum adanya katalis positif yang cukup kuat untuk membalikkan arah pasar, rupiah diperkirakan masih akan berjuang di zona merah pada sesi transaksi hari ini sebelum rilis data ekonomi AS mulai memberikan arah baru bagi pergerakan mata uang global.
(NIA DEVIYANA)