IDXChannel - PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) membukukan pendapatan neto sebesar Rp2,41 triliun hingga 30 September 2026. Realisasi tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp2,06 triliun.
Berdasarkan laporan keuangan perseroan yang dipublikasikan Selasa (3/11/2026), kenaikan pendapatan tersebut diikuti peningkatan beban pokok pendapatan menjadi Rp1,87 triliun dari sebelumnya Rp1,64 triliun.
Meski demikian, laba bruto perseroan meningkat menjadi Rp542,76 miliar dibandingkan Rp417,86 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Dari sisi operasional, PYFA mencatatkan rugi usaha sebesar Rp12,81 miliar. Angka tersebut menyusut dibandingkan rugi usaha Rp150,69 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Penyusutan rugi usaha terjadi meskipun beban umum dan administrasi meningkat menjadi Rp337,39 miliar dari Rp319,39 miliar. Perseroan juga mencatatkan penghasilan lainnya neto sebesar Rp11,09 miliar, berbalik dari beban lainnya neto sebesar Rp62,44 miliar pada tahun sebelumnya.
Namun, beban keuangan perseroan meningkat menjadi Rp322,43 miliar dari Rp239 miliar. Kondisi tersebut membuat rugi sebelum pajak tercatat sebesar Rp333,53 miliar, lebih rendah dibandingkan rugi sebelum pajak Rp367,68 miliar pada periode yang sama tahun lalu.