Dividen per saham Rp50 pada 2025 menghasilkan yield historis 14,1 persen pada harga Rp354.
Namun, pembagian dividen tersebut setara dengan 134 persen laba per saham tahun lalu, sehingga keberlanjutannya perlu dicermati.
Jika laba bersih 2026 mencapai Rp240 miliar dan seluruh laba tersebut dibagikan sebagai dividen, yield RALS diperkirakan sekitar 9,5 persen.
Untuk PT Surya Pertiwi Tbk (SPTO), yang mendistribusikan perlengkapan kamar mandi dan menjadi distributor eksklusif TOTO di Indonesia, yield historis mencapai 12 persen.
Perseroan juga mencatat FCF selama 12 bulan terakhir sebesar Rp324 miliar dan rasio utang terhadap ekuitas relatif rendah, yakni 0,11 kali.