Namun, arus kas bebas dalam tiga tahun terakhir belum sepenuhnya menutup pembayaran dividen tunai.
Likuiditas perdagangan yang sangat rendah juga membatasi partisipasi investor institusi.
Saham big cap menanti valuasi lebih menarik
Di luar daftar 10 saham tersebut, UOB Kay Hian juga mencermati peluang pada saham berkapitalisasi besar, seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), ASII, dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM).
Saham-saham tersebut menawarkan imbal hasil dividen yang menarik, tetapi statusnya sebagai konstituen indeks MSCI membuatnya tetap rentan terhadap tekanan jual terkait perubahan acuan investasi.
Karena itu, UOB Kay Hian menyarankan investor memantau peluang masuk ketika valuasi menjadi lebih menarik.