Permintaan produknya dinilai relatif bertahan ketika daya beli melemah karena konsumen beralih ke makanan yang lebih terjangkau, termasuk makanan yang dijual pedagang kaki lima.
Laba bersih PBID pada semester I-2026 melonjak 112 persen secara tahunan menjadi Rp410 miliar, didukung kenaikan harga jual.
Dividen per saham sebesar Rp53 pada 2025, dengan rasio pembayaran hampir 100 persen, menghasilkan yield historis 10,6 persen pada harga Rp500.
Apabila laba bersih 2026 mencapai Rp618 miliar dan rasio pembayaran dividen berada di 95 persen, yield PBID berpotensi mencapai 15,6 persen.
Bahkan, jika laba semester I-2026 disetahunkan dengan rasio pembayaran 90 persen, yield secara teoritis dapat mencapai 19,7 persen.