sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

PTBA Rogoh Rp33 Miliar Eksplorasi Tambang Tanjung Enim di Kuartal III

Market news editor Desi Angriani
10/10/2026 12:33 WIB
PTBA mengalokasikan dana sebesar Rp33,04 miliar untuk kegiatan eksplorasi di Tanjung Enim Mining Site (TEMS) pada kuartal III-2026.
PTBA Rogoh Rp33 Miliar Eksplorasi Tambang Tanjung Enim di Kuartal III (Foto: iNews Media Group)
PTBA Rogoh Rp33 Miliar Eksplorasi Tambang Tanjung Enim di Kuartal III (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mengalokasikan dana sebesar Rp33,04 miliar untuk kegiatan eksplorasi di Tanjung Enim Mining Site (TEMS) pada kuartal III-2026. 

Aktivitas eksplorasi di Tanjung Enim meliputi pemetaan geologi, pengeboran dengan metode coring dan open hole, pencatatan geofisika (logging), pengambilan dan pengujian sampel batu bara maupun batuan, serta pemantauan posisi Top of Coal (TOC) dan Bottom of Coal (BOC). 

Kegiatan pengeboran tersebar di lima wilayah izin usaha pertambangan (IUP), yaitu Air Laya, MTB, Banko Barat, Banko Tengah A, dan Banko Tengah B.

Selama periode Juli-September 2026, PTBA menyelesaikan pengeboran di 76 titik dengan kedalaman kumulatif mencapai 19.283 meter. 

Pengeboran pre-production dilakukan untuk memperbaiki ketepatan model geologi pada area yang disiapkan untuk operasional tambang. 

Adapun pengeboran infill bertujuan memeriksa dan memastikan data sumber daya serta cadangan batu bara. Perseroan juga mengambil 1.321 sampel batu bara dari inti bor dan area depan tambang untuk analisis kualitas. 

Lalu sebanyak 222 sampel batuan inti bor dikumpulkan untuk pengujian tingkat keasaman batuan dan 661 sampel lainnya untuk pengujian mekanika batuan. Pemantauan dan pengukuran TOC-BOC di front tambang mencakup area seluas 728 hektare.

Di luar Tanjung Enim, PTBA melaksanakan eksplorasi di Ombilin Mining Site (OMS). Pengeboran di IUP Ombilin mencapai 17 titik dengan total kedalaman 2.647 meter. Kegiatan ini diarahkan untuk meningkatkan ketelitian model geologi sekaligus memverifikasi sumber daya dan cadangan batu bara.

Biaya eksplorasi di Ombilin terdiri atas Rp5,95 miliar untuk pengeboran coring dan open hole, serta Rp0,91 miliar untuk pengambilan dan analisis sampel batubara serta batuan. 

Dari kegiatan tersebut, perseroan memperoleh 92 sampel batubara, 93 sampel batuan inti bor untuk uji keasaman, dan 64 sampel batuan inti bor untuk pengujian mekanika batuan.

Eksplorasi juga berlangsung di Peranap Mining Site. Di wilayah IUP Peranap, PTBA melakukan pengeboran pada 20 titik dengan total kedalaman 1.490 meter. Sama seperti di TEMS dan Ombilin, kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan akurasi model geologi serta memverifikasi sumber daya dan cadangan batu bara.

PTBA mencatat biaya pengeboran coring dan open hole di Peranap sebesar Rp1,66 miliar. Sementara itu, pengambilan dan analisis sampel batubara serta batuan menelan biaya Rp1,30 miliar. Hasil eksplorasi mencakup 161 sampel batubara, 110 sampel batuan inti bor untuk pengujian keasaman, dan 56 sampel untuk uji mekanika batuan.

Adapun program eksplorasi akan berlanjut pada kuartal IV-2026 di masing-masing wilayah. Sementara itu, kegiatan eksplorasi untuk 2026 di area pertambangan PT Internasional Prima Coal (IPC), entitas PTBA dijadwalkan pada 2027.

(DESI ANGRIANI)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement