IDXChannel - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mencatat jumlah titik panas atau hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi di Indonesia turun 789 titik, dari 1.176 titik menjadi 387 titik pada 8 September 2026.
Namun, Sumatera Selatan dan Kalimantan Tengah masih mencatat hotspot tertinggi di antara enam provinsi prioritas pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kehutanan, Ristianto Pribadi mengatakan, penurunan jumlah hotspot perlu dijaga, tetapi tidak menjadi alasan untuk mengurangi kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.
"Penurunan tersebut merupakan perkembangan yang perlu terus dijaga. Namun, Kementerian Kehutanan menegaskan bahwa kewaspadaan tidak dapat dikurangi karena dinamika karhutla dapat berubah dengan cepat dan kondisi antarwilayah tidak selalu sama," demikian keterangan Ristianto dalam siaran pers, Jumat (9/10/2026).
Berdasarkan pemantauan Sistem Informasi Deteksi Dini Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (SiPongi) hingga Kamis (8/10/2026) pukul 21.10 WIB, Sumatera Selatan mencatat 130 hotspot, turun dari 224 titik sehari sebelumnya. Sementara itu, Kalimantan Tengah mencatat 86 titik, turun dari 225 titik.