Kalimantan Selatan menjadi satu-satunya provinsi prioritas yang mengalami peningkatan, yakni dari 31 menjadi 37 titik. Adapun Kalimantan Barat mencatat 12 titik, turun dari 47 titik, sedangkan Jambi turun dari 16 menjadi tiga titik. Riau tetap nihil hotspot.
Secara keseluruhan, enam provinsi prioritas mencatat 268 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi, turun dari 543 titik sehari sebelumnya. Data tersebut berdasarkan pemantauan satelit NASA Terra/Aqua, NASA SNPP, dan NASA NOAA-20.
Ristianto mengingatkan bahwa jumlah hotspot tidak dapat langsung disamakan dengan jumlah kejadian kebakaran maupun luas lahan yang terbakar. Sebab, satu kejadian kebakaran dapat terdeteksi sebagai beberapa titik panas.
"Hotspot merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang terdeteksi melalui satelit dan tidak dapat langsung disamakan dengan jumlah kejadian kebakaran maupun luas areal yang terbakar," kata Ristianto dalam keterangannya, Sabtu (10/10/2026).
Karena itu, seluruh indikasi hotspot harus diverifikasi melalui pengecekan lapangan atau ground check untuk memastikan kondisi aktual sekaligus menentukan tindakan penanganan yang diperlukan.