Masyarakat di wilayah terdampak diminta mengikuti informasi resmi mengenai kondisi udara dan arahan pemerintah daerah. Apabila kualitas udara memburuk, masyarakat disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker apabila harus beraktivitas di luar.
Selain pengendalian kebakaran, Kementerian Kehutanan mencatat sedikitnya 272 individu satwa liar di Kalimantan telah mendapatkan penanganan akibat kebakaran maupun gangguan habitat. Penanganan meliputi penyelamatan atau evakuasi, translokasi, rehabilitasi, hingga penggiringan menuju habitat yang lebih aman.
Rinciannya, sebanyak 105 individu ditangani di Kalimantan Selatan, 71 individu di Kalimantan Barat, 48 individu di Kalimantan Tengah, dan 48 individu di Kalimantan Timur.
Kementerian Kehutanan meminta masyarakat yang menemukan satwa liar terluka, terjebak, terdampak kebakaran, atau masuk ke pemukiman agar tidak melakukan evakuasi secara mandiri.
"Jaga jarak, hindari tindakan yang dapat membuat satwa stres atau agresif, catat lokasi serta kondisi satwa apabila memungkinkan, dan segera laporkan kepada BKSDA atau petugas kehutanan terdekat," demikian imbauan Kementerian Kehutanan.