IDXChannel - PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) membukukan pendapatan bersih sebesar Rp1,71 triliun sepanjang sembilan bulan pertama 2026, meningkat 8,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, laba bersih perseroan juga naik 10 persen menjadi Rp125,92 miliar.
Pertumbuhan tersebut didukung peningkatan volume pemeriksaan yang mencapai lebih dari 15 juta tes atau 12,8 persen secara tahunan. Perseroan juga menjaga pengelolaan operasional, mulai dari penagihan piutang, pengendalian biaya, hingga efisiensi persediaan.
Peningkatan kinerja Prodia mulai terlihat pada tahun ini setelah berinvestasi cukup besar pada tahun sebelumnya. Pada 2023, laba bersih Prodia tercatat sebesar Rp259,32 miliar, kemudian tumbuh konservatif pada 2024 mencapai Rp270,04 miliar, sebelum terkoreksi menjadi Rp206,69 miliar pada 2025.
"Penurunan laba tersebut disebabkan oleh eskalasi belanja modal dan operasional untuk transformasi digital U by Prodia serta penguatan portofolio entitas asosiasi (PT Prodia Diagnostic Line Tbk dan PT Prodia Stemcell Indonesia)," kata manajemen Prodia dalam keterangan resmi, Senin (2/11/2026).
Kini, laba Prodia perlahan merangkak naik. Konsistensi kinerja tersebut turut berdampak positif pada aspek komitmen pembagian dividen dengan payout ratio hingga 70 persen.