Saluran inilah yang perlu diwaspadai karena tekanan pasar dapat berkembang menjadi krisis apabila kepercayaan investor terhadap kemampuan pemerintah dan otoritas menjaga stabilitas ekonomi ikut melemah.
Dari sisi strategi investasi, Sucor melihat likuiditas BI dan instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) masih menopang imbal hasil obligasi tenor pendek.
Sementara itu, premi risiko lebih banyak tercermin pada tenor menengah hingga panjang.
Kondisi tersebut membuat Sucor menyarankan investor untuk mempertahankan eksposur pada obligasi berjangka pendek hingga menengah, serta menambah posisi secara bertahap alih-alih langsung memperpanjang durasi ke tenor panjang.
Katalis utama bagi penurunan kembali premi risiko pada obligasi tenor panjang adalah paket reformasi yang kredibel dari regulator sebelum April 2027, terutama untuk menjawab persoalan transparansi dan tata kelola pasar saham yang menjadi perhatian MSCI.