Negara tersebut juga mengalami inflasi konsumen yang tinggi menjelang perubahan klasifikasi MSCI, sementara gagal bayar utang pemerintah telah terjadi pada 2020. Pada periode tersebut, nilai peso Argentina juga merosot sekitar 90 persen.
Sebaliknya, ekonomi Indonesia masih tumbuh relatif stabil, dengan pertumbuhan yang melampaui sejumlah ekonomi utama.
Defisit anggaran juga tetap dibatasi di bawah 3 persen dari produk domestik bruto (PDB), sedangkan inflasi masih berada dalam sasaran pemerintah sebesar 2,5 persen, dengan deviasi plus-minus 1 persen.
Sucor menegaskan, persoalan yang disoroti MSCI berpusat pada transparansi, tata kelola, dan free float di pasar saham.
Dengan demikian, permasalahan tersebut dinilai masih dapat ditangani oleh regulator melalui pembenahan mekanisme pasar dan keterbukaan informasi sebelum keputusan final MSCI pada Juni 2027.