Nomura mempertahankan rekomendasi beli terhadap saham ANTM, tetapi memangkas target harga menjadi Rp5.300 dari sebelumnya Rp6.100, dengan mempertimbangkan tekanan margin perdagangan emas domestik serta beban keuangan yang lebih tinggi pada semester I-2026.
Di sisi lain, Analis Sucor Sekuritas Andreas Yordan Tarigan dalam riset 10 September 2026 melihat nikel semakin menjadi penopang penting kinerja ANTM.
ANTM membukukan laba bersih Rp3 triliun pada kuartal II-2026, turun 12 persen secara kuartalan tetapi masih tumbuh 16 persen secara tahunan. Dengan demikian, laba bersih semester I-2026 mencapai sekitar Rp6,4 triliun.
Pendapatan pada periode yang sama mencapai Rp33,4 triliun, naik 14 persen secara kuartalan dan 2 persen secara tahunan.
Namun, margin EBIT turun menjadi 11,8 persen dari 15,4 persen pada kuartal I-2026, meski masih lebih tinggi dibandingkan 10,5 persen pada periode yang sama tahun lalu.