Sebaliknya, PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS) membukukan laba Rp37,97 miliar, tumbuh 25 persen dari Rp30,26 miliar.
PT Mahaka Radio Integra Tbk (MARI) masih mencatatkan rugi Rp6,91 miliar, tetapi menyusut 63 persen dibandingkan rugi Rp18,63 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pada sektor komponen otomotif, PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) membukukan laba bersih Rp964,92 miliar, tumbuh 22 persen. PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) mencatatkan laba Rp479,49 miliar atau naik 14 persen, sedangkan PT Garuda Metalindo Tbk (BOLT) meraih laba Rp116,74 miliar, meningkat 8 persen.
Emiten Kesehatan dan Ritel, Ada yang Berbalik Merugi
Sektor kesehatan dan farmasi memperlihatkan kinerja yang beragam.
PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) mencatatkan laba bersih Rp1,08 triliun, naik 6 persen. Namun, PT ESA Medika Mandiri Tbk (EMMI) berbalik rugi Rp45,92 miliar dari laba Rp17,91 miliar, sementara PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) mencatatkan rugi Rp11,09 miliar setelah sebelumnya membukukan laba Rp13,71 miliar.
PT Tempo Scan Pacific Tbk (TSPC) membukukan laba Rp1,05 triliun, turun 8 persen, sedangkan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) mencatatkan laba Rp619,1 miliar atau terkoreksi 24 persen.