Pertumbuhan lebih tinggi dicatatkan PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), dengan laba USD25,09 juta atau melonjak 113 persen dari USD11,77 juta.
Sementara itu, PT Elnusa Tbk (ELSA) membukukan laba Rp681,55 miliar, naik 21 persen, dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA) mencatatkan laba Rp513,08 miliar, tumbuh 115 persen dari Rp239,14 miliar.
Pada kelompok energi terbarukan, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) membukukan laba USD126,63 juta, meningkat 21 persen dibandingkan USD104,28 juta. PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) juga mencatatkan pertumbuhan laba 19 persen menjadi Rp56,62 miliar.
Namun, kinerja emiten energi terbarukan lainnya melemah. PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) mencatatkan laba USD30,26 juta, turun 61 persen dari USD77,61 juta. Laba PT Semacom Integrated Tbk (SEMA) menyusut 55 persen menjadi Rp3,87 miliar dari Rp8,57 miliar.
Astra Tertekan
Di sisi lain, sejumlah emiten besar masih menghadapi tekanan. PT Astra International Tbk (ASII), misalnya, mencatat laba Rp21,6 triliun, turun 12 persen.