Jessica menilai stance BI melalui policy mix menunjukkan upaya menjaga stabilitas tanpa memberikan tekanan berlebihan terhadap pertumbuhan ekonomi. Hal tersebut terlihat dari kemampuan BI menjaga rupiah di sekitar Rp17.800 per dolar AS meski indeks dolar AS (DXY) telah mencapai level 101.
Di pasar SBN, foreign participation relatif stabil di sekitar 13 persen dari total outstanding. Jessica menyebut ruang penguatan masih terbuka, dengan kondisi tersebut turut didukung kebijakan fiskal yang terjaga dan perkembangan di Kementerian Keuangan. Jika rupiah kembali melewati Rp18.000 per dolar AS, ruang bagi BI untuk kembali menaikkan suku bunga sebesar 25 bps tetap terbuka.
Ke depan, BI diperkirakan cenderung mempertahankan suku bunga sambil mencermati kebutuhan insentif tambahan untuk menarik foreign inflow dan menjaga stabilitas rupiah. Jessica juga menyebut imbal hasil SRBI telah berada di bawah 7 persen di seluruh tenor, sementara SBN tenor medium to long term dinilai masih atraktif.
(Shifa Nurhaliza Putri)