IDXChannel – Bank Indonesia (BI) mempertahankan BI-Rate di level 5,75 persen. PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai keputusan tersebut memberikan sentimen positif bagi pasar domestik. IHSG tercatat rebound 1,56 persen ke level 6.375, sementara rupiah menguat ke sekitar Rp17.800 per dolar AS. Namun, arus dana asing belum menunjukkan pembalikan yang signifikan.
Head of Research and Chief Economist PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Rully Arya Wisnubroto mengatakan investor masih perlu mencermati perkembangan foreign flow setelah keputusan BI. Pada perdagangan terakhir, investor asing mencatatkan net sell Rp468 miliar di pasar reguler, terutama pada saham BBRI, BMRI, dan TLKM. Secara year-to-date, outflow asing mencapai sekitar Rp102,9 triliun, sementara pembelian selektif terjadi pada saham MDKA dan TINS.
“Pasca RDG, fokus bergeser dari keputusan BI ke efektivitas policy mix dalam menjaga Rupiah sekaligus likuiditas. Dengan global yields kembali naik, keberlanjutan rebound IHSG akan sangat bergantung pada stabilisasi Rupiah dan yang terpenting kembalinya foreign demand pada liquid large caps,” ujar Rully.
Tekanan eksternal juga masih membayangi pasar domestik. Wall Street melemah dengan S&P 500 turun 0,8 persen, Nasdaq 1,1 persen, dan Dow Jones 0,7 persen. Yield US Treasury 10 tahun kembali menembus 5,1 persen, sementara harga minyak naik hampir 4 persen di tengah ketidakpastian terkait Iran.
Fixed Income Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Jessica Tasijawa menilai ruang penguatan pasar domestik masih terbuka, meski kondisi global menjadi faktor penting dalam jangka pendek. Menurutnya, pergerakan global interest rate akan memengaruhi perekonomian domestik, terutama melalui dampaknya terhadap penguatan maupun pelemahan rupiah.