Sedangkan, target perampingan defisit sebesar 2,4 persen terhadap PDB adalah untuk memastikan kemampuan maksimal APBN untuk menjalankan fungsi anggaran serta memegang prinsip kehati-hatian. Defisit ini dipertahankan meski adanya kenaikan belanja negara sebesar Rp9,1 triliun. Oleh sebab itu, pemerintah dan DPR juga menaikkan target pendapatan negara sebesar Rp9,1 triliun juga melalui dua pilar yakni pendapatan perpajakan sebesar Rp4 triliun serta penerimaan negara bukan pajak (PNBP) Rp5,1 triliun.
Berdasarkan berbagai sentimen di atas, untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp17.980 - Rp18.030 per USD.
(NIA DEVIYANA)