Dari sisi struktur, BMRI menyatakan kemampuan pembayaran Jhonlin dinilai berdasarkan arus kas dari bisnis batu bara yang telah berjalan. Bank juga melakukan uji sensitivitas terhadap perubahan harga dan produksi batu bara.
Dengan demikian, dividen BYAN yang sebelumnya menjadi salah satu tumpuan dalam analisis risiko pembiayaan Jhonlin lebih tepat dipandang sebagai potensi tambahan kemampuan bayar, bukan bagian dari skenario dasar BMRI.
Fasilitas tersebut juga dilengkapi sinking fund, rekening perusahaan yang dijaminkan, agunan non-saham yang dinilai secara independen, serta mekanisme penambahan agunan atau pembayaran dipercepat apabila rasio coverage turun di bawah ketentuan.
BMRI menyatakan coverage dipertahankan pada level 150 persen dengan mengacu pada harga terendah intraday JARR dan PGUN dalam periode satu bulan.
Berdasarkan harga terendah tersebut, yakni Rp2.120 untuk JARR dan Rp6.850 untuk PGUN pada 16-19 Oktober 2026, nilai saham yang dijaminkan mencapai sekitar Rp53,3 triliun. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan nilai sekitar Rp64 triliun berdasarkan harga penutupan 26 Oktober 2026.