Tetap Selektif di Tengah Tekanan Eksternal
Melihat kondisi tersebut, CGSI masih mengambil sikap hati-hati terhadap pergerakan IHSG.
Tekanan eksternal, terutama harga minyak yang tinggi dan imbal hasil obligasi global, serta risiko penurunan status Indonesia oleh MSCI menjadi Standalone Market masih menjadi faktor yang membayangi pasar saham domestik.
Meski demikian, CGSI menilai ruang penurunan IHSG dalam jangka menengah berpotensi terbatas.
Penilaian tersebut didukung oleh rata-rata dividend yield saham-saham berkapitalisasi besar yang menjadi konstituen MSCI Indonesia Standard Cap, yang telah mencapai 9 persen.
Selain itu, valuasi pasar juga dinilai semakin menarik.
Rasio harga saham terhadap laba bersih atau price to earnings (P/E) berdasarkan proyeksi tahun buku 2027 telah turun ke level 9 kali per 30 Oktober 2026.