Stefanus pun menyatakan bahwa hadirnya K-CASH dapat memperkuat aspek investasi yang selama ini jarang diperhatikan investor, yaitu alur dana itu sendiri.
"Imbal hasil memang menjadi pertimbangan utama dalam berinvestasi reksa dana. Namun, pengalaman investor juga ditentukan oleh infrastruktur di baliknya, yaitu bagaimana dana bergerak setiap kali investor melakukan subscription dan redemption," ujar Stefanus.
Pada tahap ini, K-CASH menyederhanakan alur perpindahan dana tersebut. Hasil redemption, misalnya, dapat langsung diinvestasikan kembali tanpa perlu transfer ulang dari rekening bank.
Perubahan ini mungkin tidak terlihat di layar, namun sangat dirasakan oleh investor di setiap transaksi, di mana hal tersebut jadi semakin relevan seiring meningkatnya volume transaksi.
Di industri yang memproses puluhan juta transaksi setiap tahun dan terus meningkat, efisiensi infrastruktur penopang menjadi bagian yang demikian krusial.
Fondasi infrastruktur untuk industri reksa dana yang semakin efisien dapat membuka ruang bagi industri untuk mengoptimalkan biaya operasional dan meningkatkan daya saing produk reksa dana bagi investor.
"Setiap transaksi melibatkan dana investor, sehingga keandalan sistem dan transparansi kepada investor menjadi prioritas kami. Karena itu, KCASH kami hadirkan secara bertahap. Kepercayaan dalam industri keuangan dibangun dari setiap transaksi yang berjalan dengan lancar," ujar Stefanus.
(taufan sukma)