IDXChannel - PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) menilai tekanan terhadap industri reksa dana nasional masih berlanjut hingga September 2026. Penurunan dana kelolaan (asset under management/AUM) serta maraknya aksi penarikan dana (redemption) oleh investor terus membayangi kinerja industri sepanjang tahun berjalan (year to date/YtD).
Direktur PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur), Stefanus Dennis Winarto mengungkapkan, gelombang penarikan dana investor sejatinya mulai terakselerasi sejak kuartal II-2026.
"Kalau kami lihat data industri reksa dana, di Januari, Februari mungkin flat-flat saja, growing sedikit. Terus mulai April, Mei, Juni itu banyak sekali redemption. Puncaknya sebenarnya di Juni," ujar Stefanus dalam Media Gathering Makmur di Jakarta, Selasa (6/10/2026).
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), AUM industri reksa dana berada di posisi Rp620,53 triliun per September 2026. Nilai ini menyusut 5,79 persen (YtD) disandingkan posisi akhir 2025 yang tercatat sebesar Rp658,69 triliun.
Penyusutan AUM berbanding lurus dengan tingginya aksi penarikan dana oleh pemodal. Pada September 2026, pencatatan penarikan bersih (net redemption) reksa dana mencapai Rp10,43 triliun secara bulanan (month to month/mtm).