BBCA menjadi saham yang paling membebani indeks dengan kontribusi negatif 30,51 poin, disusul BBRI sebesar 16,20 poin dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) sebesar 8,29 poin.
Tekanan berikutnya datang dari PT Astra International Tbk (ASII) sebesar 12,57 poin dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) sebesar 6,09 poin.
Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) turut menekan indeks sebesar 9,56 poin, diikuti PT Bayan Resources Tbk (BYAN) sebesar 6,14 poin, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) sebesar 5,44 poin, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) sebesar 4,96 poin, dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) sebesar 4,33 poin.
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia M. Nafan Aji Gusta Utama menilai tekanan pasar seperti saat ini perlu diwaspadai, khususnya oleh investor yang menggunakan fasilitas margin.
“Menurut saya, risiko margin call di tengah tekanan pasar seperti saat ini cukup besar, terutama bagi investor yang menggunakan fasilitas margin atau bertransaksi dengan dana pinjaman,” ujar Nafan kepada IDXChannel.com, Kamis (29/10/2026).